It’s my way, NOT your way !

Ada beberapa hal yang mempengaruhi sedikit pikiran. Yap adalah masalah karier dan akademis yang membuat fikiran saya tergelitik. adalah ketika masih bingung dihadapkan pelajaran semester 6 yang sangat sulit dan pemilihan jurusan maupun topik skripsi. yap dengan melihat banyaknya project yang gue kerjakan tentang lingkungan,limbah,analisis makaa gue berkeputusan mengambil :

topik nanoparticles

Opportunity : Gue suka fisika, passionate sama analisis dan ngerti itung-itungan pendekatan dengan metode mikro partikel, dan kekurangannya gue slebor dan nggak pintar about organic chem. tapi melihat topik pak yoki yang kebanyakan bermain di nano polimer maupun organik. kemungkinan gue akan mundur dan mempertimbangkan memilih bu ivan yang notabenenya adalah seorang ahli yang berkecimpung di bidang quantum physics maupun electrochemistry

kadang gue iri dengan semua pencapaian teman2 gue yang sudah bergelar mapres : mahasiswa berprestasi UI ataupun universitas lainnya. walaupun banyak teman mendoron g untuk gue secara langsung bertanding di ajang mapres fakultas namun kenyataanya gue masih ragu dikarenakan kondisi organisasi yang minim dan IPK akademis yang juga standar-standar aja. banyak pelajaran yang gue bisa petik saat gue ragu maupun bimbang ketika gue mengerjakan project dari TOTAL E & P. disitu seorang Sr. Engineer tidak sengaja curhat dan terlibat obrolan hingga 4 jam. disitu saya menjelaskan bahwa saya bingung antara menentukan prestasi akademis dengan capaian karir yang mungkin dikit lagi saya akan ikuti alirannya. disitu beliau menjelaskan bahwa dia adalah seorang underdog di kelas dan hanya mempunyai IPK kurang dari 2.78 dan berkuliah di kampus negeri di semarang, kalah beken dengan ITB,UI maupun UGM. disitu dia juga menjelaskan bahwa yang terpenting adalah tujuan. yes apa tujuan anda ? jika tujuan anda uang. jelas singkat anda hanya perlu 10 tahun bekerja di sini, semua yang anda impikan sejak kecil sudah tercapai, sedangkan bila mempunyai tujuan ilmu ? anda jelas akan mendapatkan hal ini lebih lama daripada uang. dia bilang juga. ” dek kalo uang itu gampang setelah kerja sesuai passionate yang menguntungkan, tapi kalo makin banyak ilmu makin gampang dek”.  dan bapak itu bilang gue dan teman2 cukup beruntung dapet perlakuan yg istimewa di  perusahaan ini. alhamdulillah semoga semuanya semakin baik. dan menurut pengakuan dia kerja di O & G itu bosan dek. semangat di 5 tahun doang. tapi setelah semuanya dapat. kita jenuh dan cari jodoh dek segera sebelum berkecimpung di disini. disini ‘kejam’ dan banyak godaan loh. wow ! ya begitulah ikhtisar pembicaraan denganya. pas di pesawat balik ke jakarta. gue mikir kok gue bisa dituntun tuhan sampe jalan yang seperti ini ?. padahal gue organik gobloknya minta ampun, tiap ujian organik aja gue pasti nyontek dan mudah2an MKO gue akan belajar bener2 dan gak akan nyontek lagi. banyak yang bilang gue jomblo,homo dan gak suka wanita. it’s false gue hanya menunggu apakah dia memberi respon atau tidak. jika dia tidak memberi respon yasudah saya kembali sibuk dengan dunia saya sampai menemukan yang cocok. entah umur 30 atau 35.  toh keluarga saya orientasi akademik tidak mengenal nikah umur 24 atau 25. ketika sudah mapan ya menikah. mulai semester 6 saya mempending project saya hingga UAS dan mulai melanjutkan finding project dan doing project hingga semester skripsian . jaminan masa depan yg sudah saya peroleh dari sebuah perusahaan O & G di kaltim tidak akan membuat gue lengah dan mungkin suatu saat nanti gue akan jago organik, mata kuliah yang gue sering takut gak lulus dan sering nyontek tugas maupun ujian. dan saya selalu ingat pesannya : underdog saat ini, bukan berarti underdog saat nanti

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ini Bukan Yang Terakhir, Guys

Selesai dan segera menyelesaikan dengan resmi perkuliahan semester V ini, dan mulai memikirkan project,pekerjaan,resolusi dan last from everything :engagement (?)

Semester V di UI, sejujurnya gue lalui dengan emosional, bagaimana enggak ? at the first of my life gue dipercaya sebagai Junior project consultant PT Total E & P Indonesie , PT Natarang Mining & Perusahaan Gas/Mining lainnya dalam membuat analisa fisik keseluruhan dan penanganan limbah yang menurut mereka cara gue lebih bisa acceptable dibanding yg lain dan mempunyai potensial & fresh tentunya. Gue cuma berharap apa yg gue bisa lakuin semester V ini adalah suatu gambaran betapa tekad untuk datang ke UI cukup besar dan semua gue lakuin gak mudah dari minjem uang,belajar bimbel,sampe disemangatin sama teman2 kampung yg memang tidak bisa melanjutkan kuliah  & ikut tes try out untuk ikut SIMAK UI sampe diremehkan oleh orang ketika sudah belajar di UI, wow allah swt yg maha perkasa mencoba saya dan mencoba menyentil saya yg kadang melupakan ibadah :'(, Tapi semua gue hadapi dengan kepala besi, toh semua yg gue hadapi cuma serpihan2 kecil dari segala potongan besar yang akan datang dan gue selalu inget apa kata guru SD gue kalau guru IPA gue nganggep gue bakal jadi orang yang punya pengaruh untuk tanah kelahiran dan gue amini saja semua doa, Amin :’) toh juga allah bersama sangkaan Hambanya

Di semester V juga gue dipercaya oleh feisal makarim menjadi Vice Director Desa Penelitian, mungkin amanahnya tidak sekeren di organisasi manapun, namun saya menganggap ini serius, ini menyangkut hidup orang banyak dan gue bukan tipe orang yg betah nyaman dan ingin banget buat project ini goal & SUSTAIN. saya melihat potret paradigma indonesia dari desa ini, gue juga percaya apa yg gue lakuin adalah ladang amal dan ladang berkah dan untuk kemaslahatan umat, sehingga gue berfikir untuk mengabdikan sepenuhnya ilmu,tenaga dan pikiran untuk Melting Pot Project :’)

di Semeter V juga gue dapet pelajaran yg berharga tentang hidup, dimana saat memulai kehidupan dibutuhkan ketenangan untuk memulai. gue pegang banget kata2 itu, gue orang2 yg terburu2 banget, gue juga gak tenang dan gak suka banget sama orang udah menggembor2kan apapun tapi hasilnya sedikit dan beromong besar, Hal ini banyak gue temui dan gue males ngedengarnya. Please shut up your big mouth !

# What I’ve to do after graduation (?)

*lulus 4 Tahun*

Simple, Gue mengharapkan lulus 4 Tahun karena gue pengen mempersiapkan project yg benar2 layak dan bakal gue persembahin buat kedua orang tua gue dan sebenarnya gue berpeluang lulus 3,5 tahun tapi gue menampik karena gue pengen memperbanyak project experience gue semasa kuliah dan menurut HR Mining Company yg sedang gue kerjakan projectnya mereka bilang one of the most important adalah project exp. gue gak bakal melewatkan kenangan apa yg sudah dilewatin di UI, bagi gue, belajar di UI sama saja dengan kampus lain, yg beda opportunity dan challenges yap, banyak kok gue temui lulus 3,5 banyak bekerja di sektor yg tidak sesuai dengan bidang yg sedang kita kerjakan sebagai sarjana sains, dan banyak juga gue temui lulusan yg bekerja sesuai pilihan, itu semua tergantung pilihan lo, gue lulus 4 tahun berarti harus saving buat 1 semester gue dan gue harus banyak ngambil banyak project buat ada surplus buat uang penelitian skripsi dan magang, walaupun setelah lulus perusahaan mining yg berada di sumatera timur/bukit barisan sudah meminta gue bekerja untuk mereka dengan salary yg sangat wah ketika gue mendengarnya  dan bilang kepada gue kalo bisa dateng kapan saja, pintu mereka selalu terbuka buat gue, ya alhamdulillah, mungkin mereka terkesan apa yg sudah tim gue kerjakan dengan limbah mereka :’), But I’ll keep away from comfort zone supaya gue gak lengah ketika gue melangkah dan semua gue pertimbangkan baik/buruk kondisinya.

*Ditawari untuk fellow short-term course di Universiti Teknology Petronas & Tawaran S2 di NTU Singapore*

gue dapet tawaran dari UTP buat fellow disana dan om gue sudah menyetujui untuk pembiayaannya, tinggal gimana buat gue ? gue harus lulus 4,5 tahun ? oh damn, this is holyshit decision ! tujuan gue lulus 4 tahun biar bisa lulus bareng teman2 dan dinyanyikan adek gue yg maba, amin semoga lulus 4 tahun dan dimudahkan ya allah 🙂

*Membiayai Haji Kedua Orang Tua*

sederhana tapi memberi makna, gue sedang mengumpulkan pengalaman & Precious project untuk menambah value gue ketika di dunia kerja, tentunya lulusan yg mempunyai banyak project akan lebih di shortlist dibanding IP besar tapi pengalaman minim, dan rata2 gue banyak dibekali dari teman abang2 gue di Industry migas maupun teman bapak yg sudah berkecimpung puluhan tahun di dunianya, selalu yakin bahwa last destination gue adalah tulus dan gue ngerasa semua kayak dibantu dan diarahkan aja 🙂

*Pendamping Wisuda #eh*

gue gak tahu gue menikah kapan tapi itu adalah human privilege dari allah swt untuk umat manusia, tapi yg pasti gue harus memenuhi rukun terakhir dari islam bagi kedua orang tua gue dulu baru memikirkan pernikahan, ahaha kolot banget gue belum mikir sejauh itu, dan gue merencanakan pendamping wisuda gue adalah orang tua dan seorang wanita yg memilik karakter yang baik,pintar dan berasal dari keluarga baik2 dan mau menerima gue ketika menjalin hubungan yg harus keluar pulau dan jauh dari kota bahkan bekerja di remote area sehingga jarang di rumah, ibu gue udah paham banget kalo gue kerja pasti bakal ninggalin keluarga *Pzzzzffftttt* sampah banget kriterianya :P, dan sampe saat ini gue belum menemukan itu 😥 hahaha, being single is out of idea !! wkwk

celotehan tolol tengah malam ini disusun ketika gue galau sedang nyusun progress report project dan bantu2 nyusun proposal project melting pot dan gue keingetan kata-kata mendiang guru Sejarah gue, ” dengan ingat masa lalu, ketololan masa kini bisa ditolerir” yap gue cuma pelajar biasa yg masih suka nyontek organik sama teman2 gue dan gue sadar gue selalu nyontek di pelajaran yg gak bisa kayak biologi,ppkn,agama sama pelajaran hafalan. dan gue sadar masa depan gue sudah terlalu dekat dan pulau diseberang sudah terlihat, apalagi yang gue tunggu ? apalagi yang gue harap dari perjumpaan kali ini ? apa yang gue harap dari tulisan gue ? that’s it : memoriam, sebuah memoriam yg jelas kalo gue pernah punya cita-cita dan kuncinya gue gak perlu merasa iri ataupun dengki ketika ada teman yg lebih sukses karena satu kesuksesan sedang dipersiapkan jauh lebih baik untuk kita dan waktu diperlukan agar kita siap buat nerimanya 🙂

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bismillah

Next Match :

1. Nato Youth Summit 2013

I Hope, I’ll be there

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ujian Kimia Fisik adalah Ujian Praktikum

Ujian yang saya kira sulit dan mudah, penyesalan selalu ada di jurusan ini tapi yakinlah bahwa allah sudah memberi jalan lewat jurusan ini, semoga impian itu akan terus hidup di hati saya 🙂

Aside | Posted on by | Leave a comment

Pernyataan kritis & sikap adalah cara saya.

Tepat 3 tahun sudah saya menjadi mahasiswa Kimia Universitas Indonesia, Tepat di Universitas ini pula banyak catatan maupun goresan yang saya anggap perlu untuk dilewati baik dalam hal pesta,buku dan cinta, kadang saya sangat sulit menuangkan pikiran dalam bentuk komunikasi verbal, melainkan melalui komunikasi skolastik maupun dalam bentuk tulisan. Kadang-Kadang permasalahan yang mendasari saya adalah sedikit pengalaman dalam public speaking, permasalahan itu adalah :

1. Cinta

Mengapa tidak saya sebutkan dalam bentuk kata perempuan, karena perempuan itu dalam kata tertentu bersifat dalam artian menjadi pemuas nafsu, itu adalah filosofi saya yang pertama bahwa perempuan bukan untuk dilecehkan dengan berpacaran, mengapa saya dapat katakan seperti itu, pacaran hanya akan merusak etika hubungan antara pria dan wanita. dan saya tidak akan masuk di dalamnya karena saya belum pantas membahagiakan ketika saya berpacaran, toh saya juga sedang berusaha mandiri dengan sedikit membantu taraf ekonomi orang tua dengan bekerja, mengirim tulisan ke berbagai media massa atau memenangkan banyak lomba yang kemudian saya gunakan untuk uang saku saya, itulah mengapa saya bernazar tidak akan menikah sebelum bisa membuat orang tua saya naik haji/umrah,  itu adalah puncak kebahagiaan seorang anak muslim melihat kedua orang tuanya mencium hajar aswad dan melakukan thawaf dengan uang keringatnya sendiri. Semoga saya salah satu diantara yang dipanggil dan dibangkitkan oleh allah SWT dalam keadaan khusnul khotimah. Bagi

2. Buku

Jujur, Jurusan ini bukan saya sekali, melainkan Teknik Kimia UI sudah digenggam dan HI UGM sudah didapat, tapi kenapa KIMIA ?. Impian saya adalah bukan menjadi direktur,bukan menjadi profesional kimia, bukan menjadi apapun yang ada di fikiran banyak orang, melainkan saya ingin dapat memenuhi apa yang ingin saya dapat penuhi dan harus terpenuhi, saya ingin menjadi seorang yang berguna bagi keluarga saya sekarang maupun  keluarga kelak, saya tidak pernah main-main apa yang saya kejar, mungkin terlihat ambisius dan aneh, tapi yabegitulah, ketika kemampuan fismat saya tidak pernah dibawah 75 ketika SMA, dan Kimia yang tidak pernah mencapai nilai 7o ketika SMA dan ya kembali begitulah, kira-kira saya pernah berdoa untuk masuk UI, jujur UI adalah kampus favorit saya, tapi bukan jurusannya, apapun hasilnya allah SWT telah menunjukan jalan yang terbaik untuk hidup saya, dan sekali- apa yang kamu benci, itu (pasti) adalah yang terbaik untuk kamu.

3. Pesta

Pesta mungkin untuk orang awam adalah suatu hal yang besar, seperti kebanyakan anak daerah lainnya saya baru pernah naik busway 1x dan belum pernah ke taman mini maupun pusat perbelanjaan melainkan hanya ke Balai Sarbini untuk Youth Conference dan kegiatan di luar daerah diundang sebagai delegasi, speaker ataupun kompetitor semuanya pernah, tapi belum pernah, hanya paling saja pesta dengan anak-anak kelas yang mungkin tak layak disebut sebagai pesta

Jika ini tujuan untuk mencari abadi, biarlah dia menemukannya caranya sendiri

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

REFLEKSI KEPENTINGAN DALAM JATI DIRI BANGSA INDONESIA-MALAYSIA

REFLEKSI KEPENTINGAN DALAM JATI DIRI BANGSA INDONESIA-MALAYSIA

Bayu Krisna Murti

 

Perseteruan Indonesia dan Malaysia sudah sering terjadi akhir-akhir ini baik dari segi sengketa kebudayaan, pendidikan dan dalam hal sensitif lainnya yang memicu ketegangan antar kedua negara secara kolektif. Dimulai dari pembentukan  federation of malaya atau dikenal sebagai persekutuan tanah melayu tahun 1957 yang kemudian baru timbul saat hendak dibentuknya North Borneo sekarang dikenal sebagai Sabah yang dikorbarkan oleh Sukarno yang dikenal sebagai seseorang yang sangat anti kolonialisme dan imperialisme[1], Presiden Soekarno waktu itu menganggap Federasi Malaysia adalah boneka bentukan Inggris sebagai bagian dari ketidak-relaan inggris atas perintah penarikan dari wilayah melayu (red:Malaysia) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) , Permasalahan tersebut diperparah dan ditanggapi secara berlebihan dari demonstran pada waktu itu yang menyerbu KBRI dengan merobek-robek foto Soekarno serta membawa lambang negara garuda untuk diinjak perdana menteri Malaysia kala itu ; Tun Abdul Razak[2], Melihat hal tersebut makin menimbulkan kemarahan Soekarno yang saat itu membentuk dwikora dengan diselingi rasa nasionalisme yag sangat tinggi dan tepo seliro terhadap perjuangan warga negara tetangga dalam menghadapi kolonialisasi. Lalu ketika Rezim Soekarno lengser digantikan dengan Rezim Soeharto orientasi kebijakan pun berganti total dimana Soeharto lebih ke arah memperbaiki hubungan Malaysia-Indonesia, bidang-bidang strategis Indonesia dan Malaysia diperbaiki bahkan ditingkatkan agar menjadi kekuatan bersama yang solid antar bangsa melayu dalam menghadapi perekonomian global. Semenjak kebijakan pemerintahan Soeharto membantu Malaysia maka terjadi peristiwa penting yang patut untuk diingat ketika gelombang besar pengiriman orang Indonesia ke Malaysia guna membantu pengembangan negara Malaysia dalam proses transisi negara berkembang menjadi negara maju[3], oleh karena itu warga negara Indonesia pun sudah sangat tahu akan pengiriman sekitar 160.000  Pendidik yang dikirim ke berbagai daerah di Malaysia. Permusuhan pun reda dan salam kekerabatan selalu dipenuhi tiap tahunnya kepada tiap warga negara dan tiada aksi demo antar Kedutaan Besar selang beberapa tahun, Namun hal itu tidak bertahan berapa lama akibat penyiksaan warga negara Malaysia terhadap Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) ditambah lagi pemberitaan berlebihan media cetak maupun online dari pihak Indonesia dan Malaysia, Hal ini diperparah oleh sikap pembiaran dari pemerintahan kedua belah pihak terhadap pemberitaan tersebut. Ini menjadi pertanyaan antar kedua warga negara apakah sikap permusuhan seperti ini yang digambarkan oleh pemerintah kita maupun pemerintah Malaysia, sungguh ironis ketika melihat persahabatan antar mahasiswa Indonesia dan Malaysia yang berikrar untuk membangun negerinya masing-masing terhambat antara kepentingan politik tiap negara.

Berbagai kepentingan yang sudah ada akhirnya diperparah oleh pandangan-pandangan tiap warga negara terhadap negara yang bertikai, salah satu pandangan basikal yang dimiliki warga negara Malaysia terhadap Indonesia adalah sumber kerusuhan, rendahan dan bodoh sedangkan pandangan basikal yang dimiliki oleh warga negara Indonesia terhadap Malaysia adalah licik, sarkastik dan mau menang sendiri[4]. Keadaan semakin memburuk dengan keluarnya keputusan Makhamah Internasional yang memberikan kedaulatan atas Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan kepada Malaysia pada tanggal 17 desember 2002. Hal ini menimbulkan kekecewaan di pihak Indonesia bahkan dinyatakan oleh beberapa anggota DPR[5]. Rasa ketidaksukaan ini kemudian meningkat pesat setelah terjadi rentetan peristiwa yang dipandang Indonesia sebagai tindakan arogan sepihak oleh Malaysia yang akhirnya membuat presiden Susilo Bambang Yudhoyono gerah dan membuat keputusan penting bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) diwajibkan untuk menjaga kedaulatan wilayah perbatasan Indonesia pada tahun 2005,  penggunaan lagu ” rasa sayange” pada kampanye promosi parawisata Malaysia pada tahun 2007, pemukulan atlet karate Indonesia oleh petugas keamanan Malaysia tepat pada agustus 2007, dan klaim reog ponorogo sebagai kesenian Malaysia, Lalu setelah mereda beberapa saat muncul kembali isu tari pendet ke dalam acara Discovery Channel[6]. beberapa kasus tersebut memunculkan sentimen yang emosional dari pihak Indonesia, bahkan dikemukakan kembali oleh pejabat tinggi Republik Indonesia dan berbagai isu kebangsaan yang sangat mengusik kepentingan warga negara dari kedua bangsa dilontarkan ke ranah publik, terlepas dari masalah kebangsaan tersebut peranan berbagai media pemberitaan sangatlah penting dalam membina hubungan yang baik antara kedua negara, media massa seharusnya menawarkan solusi dari permasalahan yang situasiatif bukan tentatif yang dapat meredakan permusuhan antar kedua negara bukan menambah permasalahan yang ada.

Berbagai usulan tidak cerdas muncul ke permukaan terkait berbagai permasalahan permusuhan ini adalah PERANG, sungguh menyedihkan mendengar beberapa kaum intelektual dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat yang secara terang-terangan dan bangga mengusulkan perang dengan Malaysia di saat hampir semua orang di dunia berjuang untuk perdamaian yang notabene juga diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Sangat jelas orang-orang ini tidak mengerti penderitaan yang akan dialami oleh rakyat bila terjadi perang. Disisi lain, orang-orang seperti inilah biasanya yang akan bersembunyi terlebih dahulu apabila terjadi perang. Perang hanyalah pilihan terakhir dan saat ini kebijakan selain perang yang belum digunakan oleh Indonesia masih sangat banyak dan solusi tidak cerdas lainnya adalah usulan pihak yang ingin menarik semua TKI yang ada di Malaysia yang berjumlah sekitar 2 juta orang dengan harapan perekonomian Malaysia akan hancur karena tidak ada lagi orang Indonesia di Malaysia. Hal ini sangat mustahil dapat dilakukan mengingat beberapa hal diantaranya : (1) motivasi para TKI ke Malaysia adalah perbaikan ekonomi dan sulit mencari pekerjaan di tanah air; (2) tingkat pengangguran di Indonesia masih sangat tinggi; (3) Jumlah TKI di Malaysia jauh lebih banyak daripada TKI yang kurang beruntung sehingga kemungkinan besar hampir seluruh TKI belum tentu mau apabila “diperintah” untuk kembali ke Indonesia., Sedangkan kerugian yang ditimbulkan oleh bangsa Malaysia akibat pertikaian antara indonesa adalah : (1) Pariwisata Malaysia akan mengalami kemunduran yang sangat signifikan dikarenakan Warga Negara Indonesia adalah turis mayoritas yang mengunjungi berbagai tempat-tempat wisata di Malaysia; (2) Tingkat mata uang Malaysia akan mengalami penurunan dan tingkat kepercayaan investor akan menurun[7] ; (3) Malaysia adalah salah satu negara  yang menjadi importir terbesar komoditi non migas indonesia, bayangkan apa yang terjadi apabila Indonesia menolak melakukan ekspor ke Malaysia. Berbagai poin diatas cukup jelas menggambarkan berbagai kerugian yang ditimbulkan apabila eskalasi permusuhan terus meningkat, bukan keuntungan yang didapat malah kerugian yang selalu menyertai, bahkan dari berbagai pengalaman yang didapat di forum-forum internet menyatakan bahwa mayoritas masyarakat Malaysia tidak tahu tentang wacana perang dan isu-isu manuver kedua negara menanggapi permusuhan ini yang digulirkan oleh kedua negara yang bersahabat ini.

Indonesia adalah Malaysia sedangkan Malaysia adalah Indonesia, mengapa dapat dikatakan begitu kedua negara ini adalah bangsa melayu, jelas negara yang dikatakan hanya dipisah letak geografis ini adalah satu kesatuan tidak dapat dipisahkan, Indonesia dan Malaysia dapat digambarkan sebagai tokoh Upin-Ipin yang fenomenal tersebut, dikatakan begitu Indonesia dan Malaysia yang kadang-kadang berkelahi dan kadang-kadang sangat akur adalah gambaran persaudaraan kakak-adik. Permasalahan yang ditimbulkan oleh Indonesia maupun oleh Malaysia adalah konflik kepentingan, politik dan ekonomi, mengapa rakyat diikut libatkan dalam permasalahan bilateral seperti ini ?, masalah nasionalisme yang dipermasalahkan itu adalah bahan yang digulirkan kedua pemerintahan agar mereka merasa didukung dan merasa dibantu kebijakannya oleh rakyatnya. Kebijakan Hegemoni seperti ini dapat dikatakan kurang berimbang dikarenakan masih memunculkan permasalahan keadaan sosio-ekonomi masyarakat Indonesia dan Malaysia yang sangat miskin dan dipertegas oleh keadaan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia yang tidak pernah mengenyam pendidikan dan secara jelas keadaan Serawak yang miskin, apabila eskalasi permusuhan selalu ditonjolkan oleh masing-masing negara, maka segala kepentingan yang bertujuan memajukan bangsa akan terhambat dan terkuras sumber daya-nya oleh kepentingan hegemoni konflik semata tanpa memperhatikan esensi kepentingan rakyat itu sendiri

Bertindak keras, tidak cerdas, tergesa-gesa dan mengedepankan cara-cara yang tidak berlandaskan pemikiran yang bijaksana untuk permasalahan bilateral adalah kurang tepat dan logis. Pendekatan-pendekatan berbau kekerasan harus dihindari, langkah-langkah yang perlu diambil untuk menyelesaikan ketegangan ini, antara lain: Pertama, kedua negara harus meningkatkan sosialisasi dalam berbagai aspek permasalahan yang strategis, misalnya : perbatasan dan kebudayaan, sosialisasi ini diharapkan akan menumbuhkan pemahaman yang lebih baik lagi di masyarakat. Sosialisasi ini sebaiknya tidak dilakukan oleh pihak pemerintah saja tetapi dengan melibatkan masyarakat madani. Dengan demikian, masyarakat tidak akan mudah terpancing dengan berbagai insiden-insiden kecil yang melibatkan kedua negara. Kedua, perlunya ditingkatkan kerjasama people-to-people contact antara Indonesia dan Malaysia yang nantinya akan meningkatkan pemahaman antar masyarakat kedua negara. People-to-people contact harus dilaksanakan di berbagai tingkat kalangan yakni: Tokoh masyarakat, akademisi dan media. kerja sama seperti ini diharapkan dapat mengurangi kesalahpahaman antar masyarakat kedua negara dan dapat menghilangkan persepsi negatif antar kedua negara.

Indonesia-Malaysia adalah dua negara yang saling terkait dari berbagai aspek yang sangat erat kaitannya dengan pembangunan global masa depan, setiap konflik kepentingan haruslah disikapi dengan arif dan bijaksana, Masa depan Indonesia-Malaysia ditentukan oleh sikap kepemimpinan negaranya bukan didasari oleh sikap kepentingan hegemoni semata, hendaknya konflik yang terjadi didasari bukan dari emosi sesaat namun didasari oleh khasanah ilmu pengetahuan yang kompleks dan kontekstual, melihat sisi permasalahan bukan hanya dari segi permukaan saja melainkan hingga ke isi-isi permasalahan yang mendasar yang menyebabkan permasalahan itu ada, jelas Indonesia-Malaysia bukan dua negara yang sempit pemikirannya namun kedua negara ini adalah negara potensial untuk menjadi macan asia dengan didukung oleh sektor maritim yang komplit dan berwawasan global, oleh karena itu diperlukan bantuan dari segala pihak baik itu pemberitaan media yang saat ini marak menyiarkan hal-hal yang buruk dari tiap negara maupun sikap pemerintah terhadap permasalahan yang ada sehingga dapat menciptakan hubungan bilateral yang sinkronis dan mutualis sehingga membawa iklim sosio-ekonomi yang bagus antar kedua negara secara khusus dan Asia Tenggara secara umumnya sehingga kawasan ini disegani secara luas oleh Dunia sebagai negara Sosio-ekonomi yang baik bukan negara yag didalamnya terdapat masalah kemanusiaan, penjarahan dan narkoba yang dilekatkan dunia internasional kepada negara-negara Asia Tenggara.

DAFTAR PUSTAKA

[1] http://www.menkokesra.go.id/content/presiden-pertimbangkan-dua-juta-tki-di-malaysia (tanggal akses : 08 September 2011 )

[2] http://www.ristek.go.id/index/kerja-sama-Indonesia-Malaysia (tanggal akses :08 September 2011 )

[3] Umar, Musni dan Omar Mohd Hashim. Membangkitkan Memori Kolektif Kesejarahan Indonesia-Malaysia. Kuala Lumpur : Eminient Person Grup Publishing

[4] Setiawati, Indah.” Anti-Malaysia Activist launch raid on Malaysians”. The Jakarta Post. Edisi 9 September 2009

[5] Ibnu Rusyd. Menteri Larang WNI Wisata ke Malaysia. JPNN .Edisi 14 September 2009 

[6] http://untreaty.un.org/unts/1_60000/21/36/00041791.pdf (tanggal akses : 07 September 2009 )


[1] Vann der Kroef, Justus M. (Apr.,1963).”Indonesia, Malaya, And the North Borneo Crisis:. Asian Survey (University of California Press) 3 (4):173-181.

[2] Hundreds in Anti-M’sia Protest in Indonesia. Asione.com

[3] Claudia Theophilus. Maids in a Malaysian dilemma.Aljazeera Daring.Edisi 11-10-2007

[4] ‘Indon’ And ‘Malingsia’ Mysinchew. Edisi 11-10-2008

[5] Antara Indon dan Malingsia. Berita Indonesia daring. Edisi 26 Oktober 2007

[6] Kinanti Pinta karana & Putri Prameshwari. Outrage over stolen Pendet Dance Ends Up as A Misstep. The jakarta Globe.Edisi 24 Agustus 2009

[7] Schoefield C dan Dr Ian Storey I. 2005. Energy Security and Southeast Asia: The Impact on Maritime Boundary and Territorial Disputes. Harvard Asia Quartely Vol. IX, No.4. Fall 2005.

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Posted in Uncategorized | 1 Comment